p

Senin, 06 Mei 2013

Kasino Warkop DKI: Legenda Dunia lawak Indonesia, Gile Loe Ndro...





Warkop DKI atau sebelumnya bernama Warkop Prambors, merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dalam sejarah perjalanan dunia lawak di Indonesia, bahkan dunia lawak Internasional. Saya yakin anda yang lahir sebelum tahun 2000-an, pasti tahu grup lawak yang memulai karier sebagai penyiar radio ini. Kalaupun anda tidak tahu, itu berarti anda baru saja datang dari planet lain yang letaknya jauh dari bumi, hehe. Grup yang memulai karier dari penyiar radio Prambors pada tahun 70-an ini, menjelma menjadi legenda dunia lawak nasional yang sangat melekat di hati pemirsanya. Warkop DKI hadir dengan lawakan dan banyolan segar, menghibur, dan intelek, tanpa menyerempet unsur SARA . Grup ini awalnya terdiri dari lima orang, yakni Rudi Badil, Nanu, Dono, Kasino, dan Indro. Setelah sempat melejit dengan nama Warkop Prambors, grup ini merubah nama menjadi Warkop DKI setelah wafatnya Nanu dan mundurnya Rudi badil. Embel-embel DKI yang merupakan plesetan dari daerah khusus ibukota, sebenarnya merupakan singkatan dari tiga personel tersisa, yakni Dono, Kasino, dan Indro.


Salah satu personil sekaligus pendiri Warkop DKI yang menurut saya perannya sangat menonjol, adalah Om Kasino. Tanpa mengecilkan peran para personil lain, untuk postingan kali ini saya mau menulis khusus tentang Almarhum Om Kasino. Om Kasino mempunyai nama lengkap Kasino Hadiwibowo, beliau lahir di Gombong, Kebumen 15 September 1950. Seperti para personil Warkop lainnya (kecuali Indro, di Universitas pancasila), Om Kasino menempuh pendidikan di Universitas Indonesia  di Fakultas Ilmu Sosial, Jurusan Ilmu Administrasi Niaga, dan memperoleh gelar Drs. Salah satu yang membuat Om Kasino terlihat lebih menonjol di antara para pelawak nasional pada saat itu, adalah kemampuan seninya yang sangat komplit. Ibarat pesepakbola, Om Kasino seperti Cristiano Ronaldo yang memiliki tendangan, umpan, dan sundulan mematikan, baik kaki kanan maupun kiri. 


Pelawak yang kerap disapa si seky (karena hidungnya pesek) ini, selain memiliki kualitas lawakan kelas wahid, juga memilki sisi musikalitas yang sangat tinggi. Banyolan lucu dan terkesan asal “njeplak” ini yang membuat Kasino terkenal di seantero kampus sebagai tukang lawak kala itu. Hal itu pula yang membawa Om Kasino masuk dunia siaran radio di mana Om Kasino beserta para personel Warkop lain menciptakan acara obrolan santai dengan latar warung kopi daerah pinggiran. Om Kasino kerap muncul dengan peran sebagai Mas Bei (dengan logat jawa ngapak khas orang Kebumen), Sanwani (orang Betawi), Acing (logat tiong hoa), Ketut (logat orang Bali), dan sebagai Buyung (orang Minang). Acap kali dalam berbagai lawakannya baik di radio, saat stand up comedy, maupun dalam film-film nya, beliau menyuguhkan lagu dengan musik dan lirik yang unik dan menggelitik, dan lagu-lagu itu ditulis dan diciptakan sendiri oleh Om Kasino dan para personel Warkop lainnya.
Satu lagi kemampuan Om Kasino yang tidak dimiliki para pelawak lain kala itu adalah kemampuan multi bahasa yang dimiliki Om Kasino. Selain Bahasa Indonesia, Om Kasino juga fasih dalam melantunkan berbagai lawakan dalam bahasa inggris, belanda,india,  tionghoa, dan tentu saja bahasa ibu Om kasino, bahasa jawa ngapak khas daerah banyumasan. Hal ini juga pernah diakui sendiri oleh satu-satunya personel Warkop DKI yang masih hidup, Om Indro, yang mengatakan bahwa kemampuan multi  bahasa Om Kasino yang membuat para personel Warkop lainnya sangat mengagumi sosok yang meninggal dunia karena kangker otak ini.

Berbeda dengan para pelawak jaman sekarang yang sering melontarkan lawakan dengan meyinggung kekurangan fisik orang lain, lawakan Om Kasino jauh lebih intelek dan berkelas. Selain lawakan yang mengkritik beberapa kebijakan pemerintah kala itu, lawakan segar ala Om Kasino dan kawan-kawan acap kali menggelitik kebiasaan salah kaprah warga masyarakat kala itu. Misal saja, ketika melamar kerja selalu ada syarat "diutamakan yang berpengalaman", lantas bagaimana junior seperti kami akan dapat pengalaman kalu tidak pernah diberi kesempatan, begitu cetusnya. Ada juga, istilah kesalahan teknis yang selalu jadi kambing hitam apabila ada sesuatu yang salah. Kenapa selalu teknis yang disalahkan, padahal kan teknis tidak tau apa-apa. Beberapa jargon dan lawakan beliau juga menjadi legenda dan populer bahkan sampai saat ini. Anda tentu ingat dengan celetukan “jangkrik bos” yang muncul di film CHIPS. Anda juga mesti tau ungkapan “emang gue pikirin”, “gundulmu”, “keong racun”, “ora nana pendidikane blabar pisan”, “gila loe ndro”, dan masih banyak lagi . Dan tentu anda pasti familiar dengan video nyanyian kode dan fakultas campuran yang sangat kocak dan beredar lusa di Youtube. Haha, ora nana pendidikane blabar pisan..

Satu lagi hal yang membuat saya kagum dengan kiprah Om Kasino, yakni kemampuannya mencampurkan manajemen administrasi dengan dunia lawak yang beliau tekuni. Om Kasino memang ditunjuk sebagai manajer keuangan dan administrasi dari grup lawak warkop, selain Om Dono yang mengurus masalah survey mengenai topic-topik yang hangat untuk diangkat dalam lawakan, Om Kasino lah yang berdiri di balik layar menentukan bahan mana yang layak diangkat, seperti apa ditampilkan, dan bagaimana biaya serta pelaksanaannya di lapangan. Hal ini pula yang membuat Om Kasino dan Warkop DKI sangat berbeda dengan grup lawak dan para comedian lain. Bahkan sampai saat ini belum saya temukan komedian sekomplit Om Kasino.

Memang saat ini ada beberapa komedian yang cukup kocak dan bahkan sangat moncer di dunia perlawakan. Sebut saja Sule, Ajis Gagap, Olga, dan sebagainya. Tapi mereka hanya sekedar melawak dan nyeplos sekenanya saja sesuai alur cerita yang diatur. Bahkan untuk nama terakhir yang saya sebut, sering kena cekal karena lontaran lawakan “basi” yang cenderung mendiskreditkan kekurangan fisik orang lain.  Ekspansi beberapa pelawak ke dunia tarik suara seperti yang dilakukan Sule, menurut saya juga hanya memenfaatkan “aji mumpung”, beda dengan Om Kasino yang menjadikan lagu dan music sebagai bagian dari lawakannya yang terintegrasi satu sama lain.
Meski Om Kasino telah berpulang ke rahmatullah  16 Desember  1997 silam, beliau dan Warkop DKI nya tetap akan dikenang sebagai legenda dunia lawak Indonesia. Meski saat ini hanya Om Indro satu-satunya personil Warkop DKI yang tersisa, namun dengan tegas Om Indro mengatakan, WARKOP DKI TIDAK PERNAH BUBAR  dan selamanya akan menghibur para penikmat dunia lawak Indonesia. Gila Loe Ndro……



Jumat, 01 Februari 2013

Update Winning Eleven 9 (PES 5) Februari 2013 (Update Transfer Musim Dingin 2013)

Bismillah
Salam olahraga para pecinta game Winning Eleven, semoga semangat mempertahankan eksistensi game mantap nan legendaris ini tetap membara di tengah ekspansi game Pro Evolution Soccer yang menjamur bagai lumut di musim hujan, haha.  Oke langsung aja gan, ini ane kasih updatean Winning Eleven 9 sampai penutupan bursa transfer musim dingin di Eropa Tanggal 31 Januari 2013  kemarin. Insya  Allah ini yang paling update gan, udah ane coba update sampe pemain-pemain di tim papan atas, menengah, sampe papan bawah (hehe).  Buat yang belum tau cara pakainya, ikuti aja langkahnya
1. Download patch update WE 9 Di Sini (Via 4Shared) atau Di Sini (Via Mediafire).

2. File yang udah di download, di-copy (atau di-cut terserah, tapi lebih aman di-copy aja)  terus buka My  computer-->/C-->Program File-->trus cari folder Konami-->WE 9-->Save-->Folder1 (nah, terus paste deh di situ). Jangan lupa, patch yang sebelumnya dihapus dulu. Kalo ga, biasanya pas di-paste akan ada peringatan apakah mau meremove existing file, klik yes aja.
4. Buat yang main pake WE 9 versi RIP (ane juga peke yang ini, lebih enteng di netbook)  lakukan hal serupa dengan langkah ke-2, hanya saja biasanya folder yang  dicari ada di
My Document-->Konami-->Save-->Folder1.
5. Oh ya, buat yang main pakai PES 5, tenang aja, patch updetan ini juga bisa dipake kok, cukup ganti nama file yang udah di-download (KONAMI-WIN32WE9UOPT) ganti dengan nama KONAMI-WIN32PES5UOPT, terus lakukan seperti langkah pada nomor 2.



Ok gan, selamat bermain, semoga bermanfaat. Sesama pecinta bola dilarang saling mencaci apalagi menyinggung unsur sara, jika anda mencintai sepakbola, berarti anda membenci anarki.

Budayakan ninggalin komen dan kasih jempol ya agan-agan sekalian, hehe

Kamis, 25 Oktober 2012

Bisa Berkurban Karena Shalat Dhuha, Alhamdulillah


Alhamdulillah, itu satu-satunya kata yang bisa saya ucapkan. Sebuah niat yang telah saya utarakan dalam hati setahun lalu, akhirnya bisa terlaksana. Luar biasa, itu prolog yang paling tepat untuk ilustrasi apa yang terjadi pada saya di lebaran haji tahun ini.

Ya, alhamdulilllah, dengan tabungan sendiri tahun ini saya berhasil membeli satu ekor kambing untuk berkurban. Kurban yang pada awal niat saya akan dikurbankan untuk bapak saya, akhirnya saya niatkan untuk kurban diri sendiri setelah bapak dengan lugas menjawab pertanyaan saya untuk menerima kambing yang saya beli, “tahun ini kamu dulu saja, tahun depan kalau ada rejeki baru bapak dan ibu kurban bareng-bareng”, Insya Allah, Aamiin.

Keberhasilan berkurban tahun ini merupakan suatu berkah yang tak terkira. Mulai dari nol saya berusaha menabung, dan itu terasa berat mengingat status saya yang sebagai mahasiswa, bukan pegawai yang tiap bulan mendapat gaji dan upah. Pun sebagai mahasiswa, kiriman dari orang tua saya tidak pernah mencukupi seperti teman-teman saya pada umumnya. Jika teman-teman di kampus saya rata-rata mendapat kiriman tiap bulan 700ribu-1,5 juta, maka saya hanya mendapat sekitar 300ribu dari kakak saya, itupun tidak setiap bulan saya mendapatkannya. Sementara orang tua saya, sudah sejak awal saya kuliah saya sama sekali tidak mendapat kiriman dari mereka. Jadi,kiriman bersih saya hanya mendappat 300ribu dari kakak saya. Nah, untuk menopang biaya hidup selama kuliah, saya mencoba mencari sampingan dari mengajar privat, dan dari itu semua setiap bulan saya bisa menyisihkan 100-150ribu untuk menabung. Dan Alhamdulillah, sampai pada bulan dzulhijah ini, uang saya telah terkumpul dan bisa membeli satu kambing kualitas super yang saya niatkan untuk berkurban. Subhanallah.

Yah, tentu saja tidak cukup hanya dengan saya menabung dan bisa tercapai niatan saya ini. Adalah amalam shalat dhuha saya yang saya yakin telah menopang tercapainya niat saya ini. Adalah Allah yang telah menuntun saya untuk mengenal ustad Yusuf Mansur yang begitu getol mengajak para santrinya untuk melaksanakan shalat dhuha tiap hari. Bahkan beliau juga yang memiliki inisiatif melakukan gerakan shalat dhuha bersama seluruh Indonesia. Saya yang biasanya pelit untuk membeli buku, pun pada akhirnya rajin mengoleksi buku-buku karangan beliau, khususnya yang terkait shalat dhuha. Walaupun tidak bisa setiap hari saya menjalankan shalat dhuha ini, yah setidaknya dalam seminggu saya bisa mencapai 20 rakaat shalat dhuha. Dan hasilnya? Luar biasa, Allah benar-benar menjaga tabungan yang saya niatkan untuk berkurban itu. Satu pengeluaran besar tahun ini yang bisa menguras tabungan saya yakni wisuda. Tapi, Alhamdulillah 
 Allah menunjukan jalan pada saya yang pada akhirnya wisuda saya seperti digratiskan. Subhanallah.

Yap, ini bukan untuk pamer atau untuk menunjukan apapun yang memiliki tendnsi buruk kawan. Saya hanya ingin membagi pengalaman saya yang berharga dan semoga kawan-kawan bisa mengambil manfaat dari kisah saya. Namun, apapun kelebihan dan manfaat yang bisa diambil, itu semua datang dari Allah. Allahuakbar